Rengga Morientes. Diberdayakan oleh Blogger.

Uwais Al-Qarny (meninggal 657) adalah penduduk dari Qaran di Yaman

Gambar ilustrasi
Uwais Al-Qarny (meninggal 657) adalah penduduk dari Qaran di Yaman.

Seorang fuqoha' negeri Kuffah, karena ingin duduk dengannya, memberinya hadiah dua helai pakaian, tapi tak berhasil dengan baik, karena hadiah pakaian tadi diterima lalu dikembalikan lagi olehnya seraya berkata, "Aku khawatir, nanti sebagian orang menuduh aku, dari mana kamu dapatkan pakaian itu, kalau tidak dari membujuk pasti dari mencuri".

Biografi
Pada zaman Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, ada seorang pemuda bermata biru, rambutnya merah, pundaknya lapang panjang, berpenampilan cukup tampan, kulitnya kemerah-merahan, dagunya menempel di dada selalu melihat pada tempat sujudnya, tangan kanannya menumpang pada tangan kirinya, ahli membaca Al-Qur'an dan menangis, pakaiannya hanya dua helai sudah kusut yang satu untuk penutup badan dan yang satunya untuk selendangan, tiada orang yang menghiraukan, tak dikenal oleh penduduk bumi akan tetapi sangat terkenal di langit. 

Pemuda dari Yaman ini telah lama menjadi yatim, tak punya sanak famili kecuali hanya ibunya yang telah tua renta dan lumpuh. Hanya penglihatan kabur yang masih tersisa. Untuk mencukupi kehidupannya sehari-hari, Uwais bekerja sebagai penggembala kambing. Upah yang diterimanya hanya cukup untuk sekedar menopang kesehariannya bersama Sang ibu, bila ada kelebihan, ia pergunakan untuk membantu tetangganya yang hidup miskin dan serba kekurangan seperti keadaannya.

Kesibukannya sebagai penggembala domba dan merawat ibunya yang lumpuh dan buta, tidak memengaruhi kegigihan ibadahnya, ia tetap melakukan puasa di siang hari dan bermunajat di malam harinya.
Uwais al-Qarni telah memeluk Islam pada masa negeri Yaman mendengar seruan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. yang telah mengetuk pintu hati mereka untuk menyembah Allah, Tuhan Yang Maha Esa, yang tak ada sekutu bagi-Nya. Islam mendidik setiap pemeluknya agar berakhlak luhur.

Peraturan-peraturan yang terdapat di dalamnya sangat menarik hati Uwais, sehingga setelah seruan Islam datang di negeri Yaman, ia segera memeluknya, karena selama ini hati Uwais selalu merindukan datangnya kebenaran. Banyak tetangganya yang telah memeluk Islam, pergi ke Madinah untuk mendengarkan ajaran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam secara langsung. Sekembalinya di Yaman, mereka memperbarui rumah tangga mereka dengan cara kehidupan Islam.
Alangkah sedihnya hati Uwais setiap melihat tetangganya yang baru datang dari Madinah. Mereka itu telah "bertamu dan bertemu" dengan kekasih Allah penghulu para Nabi, sedang ia sendiri belum. Kecintaannya kepada Rasulullah menumbuhkan kerinduan yang kuat untuk bertemu dengan sang kekasih, tapi apalah daya ia tak punya bekal yang cukup untuk ke Madinah, dan yang lebih ia beratkan adalah sang ibu yang jika ia pergi, tak ada yang merawatnya.
Di ceritakan ketika terjadi Pertempuran Uhud Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mendapat cedera dan giginya patah karena dilempari batu oleh musuh-musuhnya. Kabar ini akhirnya terdengar oleh Uwais. Ia segera memukul giginya dengan batu hingga patah. Hal tersebut dilakukan sebagai bukti kecintaannya kepada beliau shallallahu ‘alaihi wasallam, sekalipun ia belum pernah melihatnya. Hari berganti dan musim berlalu, dan kerinduan yang tak terbendung membuat hasrat untuk bertemu tak dapat dipendam lagi. Uwais merenungkan diri dan bertanya dalam hati, kapankah ia dapat menziarahi Nabinya dan memandang wajah beliau dari dekat?

Tapi, bukankah ia mempunyai ibu yang sangat membutuhkan perawatannya dan tak tega ditingalkan sendiri, hatinya selalu gelisah siang dan malam menahan kerinduan untuk berjumpa. Akhirnya, pada suatu hari Uwais mendekati ibunya, mengeluarkan isi hatinya dan memohon izin kepada ibunya agar diperkenankan pergi menziarahi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam di Madinah. Sang ibu, walaupun telah uzur, merasa terharu ketika mendengar permohonan anaknya.
Beliau memaklumi perasaan Uwais, dan berkata, "Pergilah wahai anakku! temuilah Nabi di rumahnya. Dan bila telah berjumpa, segeralah engkau kembali pulang". Dengan rasa gembira ia berkemas untuk berangkat dan tak lupa menyiapkan keperluan ibunya yang akan ditinggalkan serta berpesan kepada tetangganya agar dapat menemani ibunya selama ia pergi.
Sesudah berpamitan sambil menciumi sang ibu, berangkatlah Uwais menuju Madinah yang berjarak kurang lebih empat ratus kilometer dari Yaman. Medan yang begitu ganas dilaluinya, tak peduli penyamun gurun pasir, bukit yang curam, gurun pasir yang luas yang dapat menyesatkan dan begitu panas di siang hari, serta begitu dingin di malam hari, semuanya dilalui demi bertemu dan dapat memandang sepuas-puasnya paras baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang selama ini dirindukannya. Tibalah Uwais al-Qarni di kota Madinah. Segera ia menuju ke rumah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, diketuknya pintu rumah itu sambil mengucapkan salam. Keluarlah sayyidatina 'Aisyah r.a., sambil menjawab salam Uwais.
Segera saja Uwais menanyakan Nabi yang ingin dijumpainya. Namun ternyata beliau shallallahu ‘alaihi wasallam tidak berada di rumah melainkan berada di medan perang. Betapa kecewa hati sang perindu, dari jauh ingin berjumpa tetapi yang dirindukannya tak berada di rumah. Dalam hatinya bergolak perasaan ingin menunggu kedatangan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dari medan perang.

Tapi, kapankah beliau pulang ? Sedangkan masih terngiang di telinga pesan ibunya yang sudah tua dan sakit-sakitan itu, agar ia cepat pulang ke Yaman," Engkau harus lekas pulang".
Karena ketaatan kepada ibunya, pesan ibunya tersebut telah mengalahkan suara hati dan kemauannya untuk menunggu dan berjumpa dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Ia akhirnya dengan terpaksa mohon pamit kepada sayyidatina 'Aisyah r.a. untuk segera pulang ke negerinya. Dia hanya menitipkan salamnya untuk Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan melangkah pulang dengan perasaan haru.

Sepulangnya dari perang, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam langsung menanyakan tentang kedatangan orang yang mencarinya. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan bahwa Uwais al-Qarni adalah anak yang taat kepada ibunya. Ia adalah penghuni langit (sangat terkenal di langit). Mendengar perkataan baginda Rosulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, sayyidatina 'Aisyah r.a. dan para sahabatnya tertegun. Menurut informasi sayyidatina 'Aisyah r.a., memang benar ada yang mencari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan segera pulang kembali ke Yaman, karena ibunya sudah tua dan sakit-sakitan sehingga ia tidak dapat meninggalkan ibunya terlalu lama.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : "Kalau kalian ingin berjumpa dengan dia (Uwais al-Qarni), perhatikanlah, ia mempunyai tanda putih di tengah-tengah telapak tangannya." Sesudah itu beliau shallallahu ‘alaihi wasallam, memandang kepada sayyidina Ali bin Abi Thalib k.w. dan sayyidina [[Umar bin Khattab] r.a. dan bersabda, "Suatu ketika, apabila kalian bertemu dengan dia, mintalah do'a dan istighfarnya, dia adalah penghuni langit dan bukan penghuni bumi".
Tahun terus berjalan, dan tak lama kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam wafat, hingga kekhalifahan sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq r.a. telah di estafetkan Khalifah Umar r.a. Suatu ketika, khalifah Umar teringat akan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. tentang Uwais al-Qarni, sang penghuni langit. Ia segera mengingatkan kepada sayyidina Ali k.w. untuk mencarinya bersama. Sejak itu, setiap ada kafilah yang datang dari Yaman, beliau berdua selalu menanyakan tentang Uwais al-Qorni, apakah ia turut bersama mereka.

Di antara kafilah-kafilah itu ada yang merasa heran, apakah sebenarnya yang terjadi sampai-sampai ia dicari oleh beliau berdua. Rombongan kafilah dari Yaman menuju Syam silih berganti, membawa barang dagangan mereka.
Suatu ketika, Uwais al-Qorni turut bersama rombongan kafilah menuju kota Madinah. Melihat ada rombongan kafilah yang datang dari Yaman, segera khalifah Umar r.a. dan sayyidina Ali k.w. mendatangi mereka dan menanyakan apakah Uwais turut bersama mereka. Rombongan itu mengatakan bahwa ia ada bersama mereka dan sedang menjaga unta-unta mereka di perbatasan kota. Mendengar jawaban itu, beliau berdua bergegas pergi menemui Uwais al-Qorni.
Sesampainya di kemah tempat Uwais berada, Khalifah Umar r.a. dan sayyidina Ali k.w. memberi salam. Namun rupanya Uwais sedang melaksanakan salat. Setelah mengakhiri shalatnya, Uwais menjawab salam kedua tamu agung tersebut sambil bersalaman. Sewaktu berjabatan, Khalifah Umar segera membalikkan tangan Uwais, untuk membuktikan kebenaran tanda putih yang berada ditelapak tangan Uwais, sebagaimana pernah disabdakan oleh baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Memang benar! Dia penghuni langit. Dan ditanya Uwais oleh kedua tamu tersebut, siapakah nama saudara ? "Abdullah", jawab Uwais.

Mendengar jawaban itu, kedua sahabatpun tertawa dan mengatakan, "Kami juga Abdullah, yakni hamba Allah. Tapi siapakah namamu yang sebenarnya ?" Uwais kemudian berkata, "Nama saya Uwais al-Qorni".
Dalam pembicaraan mereka, diketahuilah bahwa ibu Uwais telah meninggal dunia. Itulah sebabnya, ia baru dapat turut bersama rombongan kafilah dagang saat itu. Akhirnya, Khalifah Umar dan Ali k.w. memohon agar Uwais berkenan mendo'akan untuk mereka.
Uwais enggan dan dia berkata kepada khalifah, "Sayalah yang harus meminta do'a kepada kalian". Mendengar perkataan Uwais, Khalifah berkata, "Kami datang ke sini untuk mohon do'a dan istighfar dari anda".
Karena desakan kedua sahabat ini, Uwais al-Qorni akhirnya mengangkat kedua tangannya, berdo'a dan membacakan istighfar. Setelah itu Khalifah Umar r.a. berjanji untuk menyumbangkan uang negara dari Baitul Mal kepada Uwais, untuk jaminan hidupnya. Segera saja Uwais menolak dengan halus dengan berkata, "Hamba mohon supaya hari ini saja hamba diketahui orang. Untuk hari-hari selanjutnya, biarlah hamba yang fakir ini tidak diketahui orang lagi".
Setelah kejadian itu, nama Uwais kembali tenggelam tak terdengar beritanya. Tapi ada seorang lelaki pernah bertemu dan di tolong oleh Uwais, waktu itu kami sedang berada di atas kapal menuju tanah Arab bersama para pedagang, tanpa disangka-sangka angin topan berhembus dengan kencang. Akibatnya hempasan ombak menghantam kapal kami sehingga air laut masuk ke dalam kapal dan menyebabkan kapal semakin berat. Pada saat itu, kami melihat seorang laki-laki yang mengenakan selimut berbulu di pojok kapal yang kami tumpangi, lalu kami memanggilnya. Lelaki itu keluar dari kapal dan melakukan salat di atas air.

Betapa terkejutnya kami melihat kejadian itu. "Wahai waliyullah," Tolonglah kami!" tetapi lelaki itu tidak menoleh. Lalu kami berseru lagi, "Demi Zat yang telah memberimu kekuatan beribadah, tolonglah kami!" Lelaki itu menoleh kepada kami dan berkata,
"Apa yang terjadi ?"
"Tidakkah engkau melihat bahwa kapal dihembus angin dan dihantam ombak?" tanya kami.
"Dekatkanlah diri kalian pada Allah!" katanya.
"Kami telah melakukannya."
"Keluarlah kalian dari kapal dengan membaca bismillahirrohmaani rrohiim!"
Kami pun keluar dari kapal satu persatu dan berkumpul di dekat itu. Pada saat itu jumlah kami lima ratus jiwa lebih. Sungguh ajaib, kami semua tidak tenggelam, sedangkan perahu kami berikut isinya tenggelam ke dasar laut.
Lalu orang itu berkata pada kami ,"Tak apalah harta kalian menjadi korban asalkan kalian semua selamat". "Demi Allah, kami ingin tahu, siapakah nama Tuan ? "Tanya kami.
"Uwais al-Qorni". Jawabnya dengan singkat.
Kemudian kami berkata lagi kepadanya, "Sesungguhnya harta yang ada dikapal tersebut adalah milik orang-orang fakir di Madinah yang dikirim oleh orang Mesir."
"Jika Allah mengembalikan harta kalian. Apakah kalian akan membagi-bagikannya kepada orang-orang fakir di Madinah?" tanyanya.
"Ya, "jawab kami. Orang itu pun melaksanakan salat dua rakaat di atas air, lalu berdo'a. Setelah Uwais al-Qorni mengucap salam, tiba-tiba kapal itu muncul ke permukaan air, lalu kami menumpanginya dan meneruskan perjalanan. Setibanya di Madinah, kami membagi-bagikan seluruh harta kepada orang-orang fakir di Madinah, tidak satupun yang tertinggal.

Beberapa waktu kemudian, tersiar kabar kalau Uwais al-Qorni telah pulang ke Rahmatullah.
Anehnya, pada saat dia akan dimandikan tiba-tiba sudah banyak orang yang berebutan untuk memandikannya. Dan ketika dibawa ke tempat pembaringan untuk dikafani, di sana sudah ada orang-orang yang menunggu untuk mengkafaninya.

Demikian pula ketika orang pergi hendak menggali kuburnya. Di sana ternyata sudah ada orang-orang yang menggali kuburnya hingga selesai. Ketika usungan dibawa menuju ke pekuburan, luar biasa banyaknya orang yang berebutan untuk mengusungnya.

Dan Syeikh Abdullah bin Salamah menjelaskan, "ketika aku ikut mengurusi jenazahnya hingga aku pulang dari mengantarkan jenazahnya, lalu aku bermaksud untuk kembali ke tempat penguburannya guna memberi tanda pada kuburannya, akan tetapi sudah tak terlihat ada bekas kuburannya. (Syeikh Abdullah bin Salamah adalah orang yang pernah ikut berperang bersama Uwais al-Qorni pada masa pemerintahan sayyidina Umar r.a.)
Meninggalnya Uwais al-Qorni telah menggemparkan masyarakat kota Yaman. Banyak terjadi hal-hal yang amat mengherankan. Sedemikian banyaknya orang yang tak dikenal berdatangan untuk mengurus jenazah dan pemakamannya, padahal Uwais adalah seorang fakir yang tak dihiraukan orang.

Sejak ia dimandikan sampai ketika jenazahnya hendak diturunkan ke dalam kubur, di situ selalu ada orang-orang yang telah siap melaksanakannya terlebih dahulu. Penduduk kota Yaman tercengang. Mereka saling bertanya-tanya, "Siapakah sebenarnya engkau wahai Uwais al-Qorni? Bukankah Uwais yang kita kenal, hanyalah seorang fakir yang tak memiliki apa-apa, yang kerjanya hanyalah sebagai penggembala domba dan unta? Tapi, ketika hari wafatmu, engkau telah menggemparkan penduduk Yaman dengan hadirnya manusia-manusia asing yang tidak pernah kami kenal. Mereka datang dalam jumlah sedemikian banyaknya. Agaknya mereka adalah para malaikat yang di turunkan ke bumi, hanya untuk mengurus jenazah dan pemakamannya. Baru saat itulah penduduk Yaman mengetahuinya siapa "Uwais al-Qorni" ternyata ia tak terkenal di bumi tapi terkenal di langit.

(Lihat di shahih muslim syarah annawawi no 2542, dan dikatakan juga bahwa sebaik2 tabi'in adalah uwais al-qarni *hal ini ada dalam kitab shahih muslim, lihat di dalam musnad ahmad ada di hadits no 15514)

Ketika Kita Sakit, 4 Malaikat Ini Mendatangi Kita

Ketika Kita Sakit, 4 Malaikat Ini Mendatangi Kita

“Apabila seorang hamba yang beriman menderita sakit, maka Allah memerintahkan kepada para malaikat agar menulis perbuatan yang terbaik yang dikerjakan hamba mukmin itu pada saat sehat dan pada saat waktu senangnya.”
Ujaran Rasulullah SAW tsb diriwayatkan oleh Abu Imamah al Bahili. Dalam hadist yang lain Rasulullah bersabda :

Ketika Kita Sakit, 4 Malaikat Ini Mendatangi Kita
"Apabila seorang hamba mukmin sakit, maka Allah mengutus 4 malaikat untuk datang padanya."
Allah memerintahkan :
1. Malaikat pertama untuk mengambil kekuatannya sehingga menjadi lemah.
2. Malaikat kedua untuk mengambil rasa lezatnya makanan dari mulutnya
3. Malaikat ketiga untuk mengambil cahaya terang di wajahnya sehingga berubahlah wajah si sakit menjadi pucat pasi.
4. Malaikat keempat untuk mengambil semua dosanya , maka berubahlah si sakit menjadi suci dari dosa.

Tatkala Allah akan menyembuhkan hamba mukmin itu, Allah memerintahkan kepada malaikat 1, 2 dan 3 untuk mengembalikan kekuatannya, rasa lezat, dan cahaya di wajah sang hamba.

Namun untuk malaikat ke 4, Allah tidak memerintahkan untuk mengembalikan dosa2nya kepada hamba mukmin. Maka bersujudlah para malaikat itu kepada Allah seraya berkata : "Ya Allah mengapa dosa2 ini tidak Engkau kembalikan?”

Allah menjawab : “Tidak baik bagi kemuliaan-Ku jika Aku mengembalikan dosa2nya setelah Aku menyulitkan keadaan dirinya ketika sakit. Pergilah dan buanglah dosa2 tersebut ke dalam laut.”

Dengan ini, maka kelak si sakit itu berangkat ke alam akhirat dan keluar dari dunia dalam keadaan suci dari dosa sebagaimana sabda Rasulullah SAW : “Sakit panas dalam sehari semalam, dapat menghilangkan dosa selama setahun.”

Maa syaa Allah, Laa Quwwata Illaa Billaah.

Monster Kamera Dengan 116 Sensor

Ini 870-Megapixel Rakasa Kamera Memiliki 116 Sensor dan Beratnya 3 Ton. Jika Optimus Prime pernah memutuskan untuk pensiun dari menyelamatkan bumi dan mengambil fotografi sebagai hobi, ini adalah salah satu kamera yang ia mungkin perlu mempertimbangkan untuk digunakan. Disebut Hyper Suprime-Cam, itu kamera ultra-lebar lapangan 870-megapiksel yang berdiri 3 meter (~ 10 kaki) dan berat 3 ton. Perbandingan ilustrasi di atas menunjukkan apa yang tampak seperti kamera samping seorang gadis 5,2-kaki-tinggi.
870-megapiksel gambar yang ditangkap oleh sensor CCD 116 individu ditempatkan bersama-sama pada bidang fokus dalam ruang yang disimpan pada -100 ° C: Lensa sebenarnya tidak utama "lensa" kamera. Anda lihat, Hyper Suprime-Cam sebenarnya unit kamera baru dari Teleskop Subaru, teleskop utama 8,2 meter dari Observatorium Astronomi Nasional Jepang. Canon buatan "Wide Field Korektor," seperti yang disebut, ditempatkan di depan sensor raksasa dalam rangka meningkatkan kualitas gambar dari lensa teleskop utama. Unit fokus dari kamera (di bawah) dikembangkan oleh Mitsubishi, dan sangat tepat: kamera 3-ton dapat difokuskan dengan penyesuaian sekecil 1-2 mikron, yaitu sekitar 1/100 lebar rambut manusia.
Kamera dipasang di akhir 2011 dan dihidupkan pada awal 2012. Ini akan menunjuk ke arah langit untuk membantu para ilmuwan menentukan distribusi materi gelap di alam semesta.


Stunning Photomontage

Final Image Preview

How to create a stunning photomontage in Adobe Photoshop CS5
Create a new document (Ctrl+N) in Adobe Photoshop CS5 with the size 768px by 1024px (RGB color mode) at a resolution of 72 pixels/inch. Create a new layer and select the Soft Round brush from Brush Tool (B).

How to create a stunning photomontage in Adobe Photoshop CS5

Use this brush to paint the background with the color #CFADC6.
How to create a stunning photomontage in Adobe Photoshop CS5

On the next new layer we’ll apply the same brush to continue painting the background, this time with the color #1F47A7.
How to create a stunning photomontage in Adobe Photoshop CS5

Create a new layer and apply again the above mentioned brush to paint the background with color #271239.

How to create a stunning photomontage in Adobe Photoshop CS5

On the next new layer select again the Soft Round brush.
How to create a stunning photomontage in Adobe Photoshop CS5

Use this brush to paint the background as shown with color #6CBBAA.
How to create a stunning photomontage in Adobe Photoshop CS5

Continue by creating a new layer and apply here the Soft Round brush to paint the background with #CD6115 color.

How to create a stunning photomontage in Adobe Photoshop CS5

Create a new layer again and paint the background with the Soft Round brush.
How to create a stunning photomontage in Adobe Photoshop CS5

The brush’s color is #7C007C and set Opacity to 15% in Options bar.

How to create a stunning photomontage in Adobe Photoshop CS5

Find a stock photo with a model represented on it, I used this photo from deviantart. I would like to thank the author of this photo:
How to create a stunning photomontage in Adobe Photoshop CS5

Remove the background using your favorite tools like Pen Tool (P), Magic Wand Tool (W), Magnetic Lasso (L) or even a simple Filter>Extract and insert it on a new layer in our main document.

How to create a stunning photomontage in Adobe Photoshop CS5

Click on Add a layer style icon from bottom part of the Layers panel and select Bevel and Emboss style for the girl’s layer.
How to create a stunning photomontage in Adobe Photoshop CS5

We’ve got the next result:
How to create a stunning photomontage in Adobe Photoshop CS5

We have to rasterize now the girl’s layer. In this case we have to create a new layer above the girl’s one and press CTRL button while selecting the both layers and only after that press CTRL+E to Merge Down.

Next step we’ll download a set of brushes for in Adobe Photoshop, named: c130_splatter and Lep reflections.
Make sure the girl’s layer is active and click on the bottom part of the Layers panel on Add layer mask icon. Choose the next brushes from c130_splatter set and change the Foreground color to black.

How to create a stunning photomontage in Adobe Photoshop CS5

Use this brush to paint in the mask to make a kind of scratch on the girl’s left side.
How to create a stunning photomontage in Adobe Photoshop CS5
How to create a stunning photomontage in Adobe Photoshop CS5

Select Create new fill or adjustment layer from bottom part of the Layers panel and click to Curves to adjust the curve shape as shown to make a little color corrections.
How to create a stunning photomontage in Adobe Photoshop CS5


We’ve got the next result:
How to create a stunning photomontage in Adobe Photoshop CS5

Let’s create a clipping mask to make the content of the Curves adjustment layer only visible within the content of the girl’s layer. Hold down Alt (Windows) or Option (Mac OS) and click between Curves adjustment layer and the girl’s layer (on the Layers panel).

How to create a stunning photomontage in Adobe Photoshop CS5

We’ve got the next result:
How to create a stunning photomontage in Adobe Photoshop CS5

Insert the mask on the Curves adjustment layer (Add layer mask). Press Shift+Ctrl+I to inverse and select Soft Round brush of white color.
How to create a stunning photomontage in Adobe Photoshop CS5


Use this brush to paint in the mask to make darker several zones on the girl’s body.
How to create a stunning photomontage in Adobe Photoshop CS5

Select once again Create new fill or adjustment layer from bottom part of the Layers panel and click to Curves to adjust the curve shape as shown to make a little color corrections.
How to create a stunning photomontage in Adobe Photoshop CS5

We’ve got the next result:

How to create a stunning photomontage in Adobe Photoshop CS5

Hold down Alt (Windows) or Option (Mac OS) and click between layers in Layers panel to create a clipping mask.
How to create a stunning photomontage in Adobe Photoshop CS5

We’ve got the next effect:

How to create a stunning photomontage in Adobe Photoshop CS5

Insert now the mask on the Curves adjustment layer (Add layer mask) and press Shift+Ctrl+I to inverse the color. Use also the Soft Round brush mentioned in the previous example of white color to make lighter this time the shown below zones on the girl’s body.
How to create a stunning photomontage in Adobe Photoshop CS5

Create a new layer and select the Soft Round brush, this time with the color #EA7F8C.

How to create a stunning photomontage in Adobe Photoshop CS5

Use this brush to paint the girl as shown.
How to create a stunning photomontage in Adobe Photoshop CS5

Hold down Alt (Windows) or Option (Mac OS) and click between layers in Layers panel to create a clipping mask.

How to create a stunning photomontage in Adobe Photoshop CS5

We’ve got the next result:
How to create a stunning photomontage in Adobe Photoshop CS5

Change for this layer the Blending mode to Hue.
How to create a stunning photomontage in Adobe Photoshop CS5

Create a new layer again and select again the Soft Round brush.

How to create a stunning photomontage in Adobe Photoshop CS5

Use this brush to continue painting the girl with the next shown colors.
How to create a stunning photomontage in Adobe Photoshop CS5

Hold down Alt (Windows) or Option (Mac OS) and click between layers in the Layers panel to create a clipping mask.
How to create a stunning photomontage in Adobe Photoshop CS5


We’ve got the next effect:
How to create a stunning photomontage in Adobe Photoshop CS5

Create a new layer and use on it the next brushes from c130_splatter set.
How to create a stunning photomontage in Adobe Photoshop CS5

The brush’s color may be chosen with the Eyedropper Tool (I) on the left side of the girl. This way take a sample of the color and continue paint with brushes as shown.
How to create a stunning photomontage in Adobe Photoshop CS5


Click on Add a layer style icon from bottom part of the Layers panel and select Drop Shadow.
How to create a stunning photomontage in Adobe Photoshop CS5

We’ve got the next result:
How to create a stunning photomontage in Adobe Photoshop CS5

- Copyright © ZONEMIX - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -